Pertentangan Sosial dan Intregrasi Sosial


PERTENTANGAN SOSIAL

Didunia ini kita hidup dengan jutaan bahkan milyaran masyarakat, di dalam lingkungan masyarakat yang terdiri dari berbagai macam budaya dan bahasa. Banyaknya budaya dan bahasa di lingkungan kita terkadang menimbulkan satu keragaman yang unik namun terkadang banyaknya budaya dan bahasa menimbulkan konflik (pertentangan). Apa itu konflik (pertentangan) ???

Konflik (pertentangan) Diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain. Banyak yang menyebabkan konflik (pertentangan) didalam masyarakat. Berikut adalah faktor-faktor terjadinya konflik :

  1. Perbedaan individu

    Perbedaan kepribadian antar individu bisa menjadi faktor penyebab terjadinya konflik, biasanya perbedaan individu yang menjadi sumber konflik adalah perbedaan pendirian dan perasaan. Setiap manusia memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya.

    contoh : ketika ingin liburan satu pihak ingin pergi ke pegunungan namun satu pihak ingin ke mall. Dalam hal ini akan terjadinya konflik akibat masing masing tidak ada yang mengalah

  2. Perbedaan latar belakang kebudayaan

    Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda. Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.

  3. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok

    Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda- beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Satu pihak ingin menjadikan hutan sebagai kebun namun sebagian pihak ingin tetap menjadi hutan

  4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak

    Dalam masyarakat Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Biasanya bergotong royong sekarang menjadi saling acuh tak acuh karena persaingan. Hal ini lah yang akan menjadikan konflik (pertentangan)

Menurut Anoraga (dalam Saputro, 2003) suatu konflik dapat terjadi karena perbendaan pendapat, salah paham, ada pihak yang dirugikan, dan perasaan sensitif.

  1. Perbedaan pendapat

    Suatu konflik yang terjadi karena pebedaan pendapat dimana masing-masing pihak merasa dirinya benar, tidak ada yang mau mengakui kesalahan, dan apabila perbedaan pendapat tersebut amat tajam maka dapat menimbulkan rasa kurang enak, ketegangan dan sebagainya.

  2. Salah paham

    Salah paham merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan konflik. Misalnya tindakan dari seseorang yang tujuan sebenarnya baik tetapi diterima sebaliknya oleh individu yang lain.Ada pihak yang dirugikan Tindakan salah satu pihak mungkin dianggap merugikan yang lain atau masing-masing pihak merasa dirugikan pihak lain sehingga seseorang yang dirugikan merasa kurang enak, kurang senang atau bahkan membenci.

  3. Perasaan sensitif

    Seseorang yang terlalu perasa sehingga sering menyalah artikan tindakan orang lain. Contoh, mungkin tindakan seseorang wajar, tetapi oleh pihak lain dianggap merugikan.

Soetopo (1999) mengklasifikasikan jenis konflik, dipandang dari segi materinya menjadi empat, yaitu:

  1. Konflik tujuan

    Konflik tujuan terjadi jika ada dua tujuan atau yang kompetitif bahkan yang kontradiktif.

  2. Konflik peranan

    Konflik peranan timbul karena manusia memiliki lebih dari satu peranan dan tiap peranan tidak selalu memiliki kepentingan yang
    sama.

  3. Konflik nilai

    Konflik nilai dapat muncul karena pada dasarnya nilai yang dimiliki setiap individu dalam organisasi tidak sama, sehingga konflik
    dapat terjadi antar individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan organisasi.

  4. Konflik kebijakan

    Konflik kebijakan dapat terjadi karena ada ketidaksetujuan individu atau kelompok terhadap perbedaan kebijakan yang dikemuka- kan oleh satu pihak dan kebijakan lainnya.

Dampak konflik sosial sangat besar.  Konflik sosial memiliki dampak yang bersifat positif dan negatif.
Adapun dampak positif dari konflik social adalah sebagai berikut:

  1. Konflik dapat memperjelas berbagai aspek kehidupan yang masih belum tuntas. 
  2. Adanya konflik menimbulkan penyesuaian kembali norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. 
  3. Konflik dapat meningkatkan solidaritas diantara angota kelompok. 
  4. Konflik dapat mengurangi rasa ketergantungan terhadap individu atau kelompok. 
  5. Konflik dapat memunculkan kompromi baru.

Adapun dampak negatif yang ditimbulkan oleh konflik sosial adalah sebagai berikut:

  1. Konflik dapat menimbulkan keretakan hubungan antara individu dan kelompok. 
  2. Konflik menyebabkan rusaknya berbagai harta benda dan jatuhnya korban jiwa. 
  3. Konflik menyebabkan adanya perubahan kepribadian. 
  4. Konflik menyebabkan dominasi kelompok pemenang.

INTEGRASI SOSIAL

Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma.

Hidup bermasyarakat membutuhkan penyesuaian agar dapat terjalin rasa persatuan antar masyarakat contoh saja masyarakat dari jawa tengah yang biasanya menggunakan bahasa daerah kemudian pergi ke jakarta yang mayoritas berbahasa indonesia.orang tersebut harus bisa menyesuiakan dengan bahasa indonesia.

Syarat terjadinya integrasi sosial antara lain:

  1. Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan mereka.
  2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman
  3. Nilai dan norma berlaku lama dan tidak berubah serta dijalankan secara konsisten.

Integrasi Internasional merupakan masalah yang dialami semua negara di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya. Menghadapi masalah integritas sebenarnya tidak memiliki kunci yang pasti karena latar belakang masalah yang dihadapi berbeda, sehingga integrasi diselesaikan sesuai dengan kondisi negara yang bersangkutan, dapat dengan jalan kekerasan atau strategi politik yang lebih lunak. Beberapa masalah integrasi internasional, antara lain:

  1. Perbedaan ideologi
  2. Kondisi masyarakat yang majemuk
  3. Masalah teritorial daerah yang berjarak cukup jauh
  4. Pertumbuhan partai politik

Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk memperkecil atau menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu, antara lain:

  1. Mempertebal keyakinan seluruh warga Negara Indonesia terhadap Ideologi Nasional
  2. Membuka isolasi antar berbagai kelompok etnis dan antar daerah/pulau dengan membangun saran komunikasi, informasi, dan transformasi
  3. Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional
  4. Membentuk jaringan asimilasi bagi kelompok etnis baik pribumi atau keturunan asing

SUMBER : crayonpedia dan ediz11.wordpress.com

J

About these ads

Perihal erikerky
erikandfiki.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: